Edisi 12 Oktober 2026Uang yang bekerja untuk hidupmu.
← Dompet CerdasPajak

Pekerja lepas dan pajak: kewajiban yang baru terpikir ketika tahun hampir habis

Tanpa pemberi kerja yang memotong otomatis, pekerja lepas harus menghitung dan melapor sendiri. Prosesnya tidak serumit yang dibayangkan jika dimulai dari pencatatan.

Pekerja lepas dan pajak: kewajiban yang baru terpikir ketika tahun hampir habis
Foto: M / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Bagi pekerja lepas, pajak adalah urusan yang mudah terlupakan selama sebelas bulan dan mendadak mencemaskan pada bulan kedua belas. Tidak ada bagian personalia yang memotong dan menyetorkan, tidak ada bukti potong yang datang dengan sendirinya. Penghasilan masuk dari berbagai klien dalam jumlah dan waktu yang tidak teratur, dan pada akhir tahun tidak ada satu dokumen pun yang merangkum semuanya.

Padahal prinsipnya sama dengan pekerja kantoran: penghasilan yang diterima dalam setahun dihitung, dikurangi batas tidak kena pajak, dan sisanya dikenai tarif. Yang berbeda adalah siapa yang mengerjakannya. Pada pekerja lepas, seluruh langkah menjadi tanggung jawab sendiri, dan itulah mengapa pencatatan menjadi segalanya.

Baca juga: Memberi semasa hidup atau mewariskan setelahnya: dua jalan yang diperlakukan berbeda oleh pajak

Memulai dari pencatatan

Langkah paling mendasar adalah mencatat setiap penghasilan yang masuk: tanggal, dari siapa, untuk pekerjaan apa, dan berapa jumlahnya. Catatan sederhana dalam lembar kerja atau buku sudah memadai untuk sebagian besar pekerja lepas. Ketentuan perpajakan memberi pilihan bagi orang pribadi dengan peredaran usaha di bawah batas tertentu untuk menggunakan pencatatan, bukan pembukuan lengkap.

Perlu dicatat bahwa sebagian klien, terutama perusahaan, memotong pajak atas pembayaran jasa sebelum mentransfer honor. Pemotongan ini sah dan harus disertai bukti potong yang diterbitkan klien. Bukti ini penting karena pajak yang sudah dipotong klien dapat diperhitungkan sebagai pengurang dalam penghitungan tahunan. Meminta bukti potong setiap kali honor dipotong adalah kebiasaan yang menghemat banyak kerepotan.

Cara menghitung yang tersedia

Bagi pekerja lepas, terdapat lebih dari satu cara menghitung penghasilan neto sebagai dasar pajak. Salah satunya adalah norma penghitungan penghasilan neto, yaitu persentase tertentu dari penghasilan bruto yang dianggap sebagai penghasilan neto, dengan besaran yang berbeda untuk tiap jenis pekerjaan. Penggunaan cara ini memiliki syarat dan prosedur pemberitahuan yang sebaiknya diperiksa pada ketentuan yang berlaku.

Skema lain berlaku bagi orang pribadi yang menjalankan usaha dengan peredaran bruto di bawah batas tertentu, yang pajaknya dihitung sebagai persentase dari omzet dengan sifat final. Mana yang sesuai bergantung pada jenis kegiatan dan besaran penghasilan, dan karena ketentuannya dapat berubah, merujuk ke sumber resmi atau berkonsultasi dengan pihak yang kompeten lebih aman daripada mengandalkan cerita rekan.

Menyisihkan sepanjang tahun

Satu kebiasaan yang membedakan pekerja lepas yang tenang di akhir tahun dengan yang panik adalah menyisihkan sebagian dari setiap pembayaran ke rekening terpisah untuk pajak. Persentasenya bisa diperkirakan dari penghitungan tahun sebelumnya. Dengan begitu, pajak yang harus dibayar saat pelaporan bukan beban tak terduga, melainkan uang yang memang sudah disiapkan.

Pekerja lepas yang penghasilannya sudah melampaui batas tidak kena pajak umumnya juga perlu memiliki nomor pokok wajib pajak dan menyampaikan SPT Tahunan, meski tidak ada pemberi kerja yang mengingatkan. Mengurusnya lebih awal menghindarkan dari sanksi keterlambatan dan mempermudah urusan lain, seperti pengajuan pinjaman atau kerja sama dengan klien korporasi yang mensyaratkannya.

Pajak bagi pekerja lepas pada akhirnya bukan soal kerumitan hitungan, melainkan soal disiplin mencatat dan menyisihkan. Dua kebiasaan itu mengubah urusan yang menakutkan setahun sekali menjadi rutinitas kecil yang nyaris tidak terasa.

RA
Rania AdiputraRania menulis untuk Dompet Cerdas sejak 2023 dan menjadi penulis tetap rubrik anggaran rumah tangga. Setiap artikelnya berangkat dari catatan belanja yang benar-benar ia kumpulkan, lengkap dengan struk yang ia simpan dalam map per bulan.
Dapatkan tulisan baru Dompet Cerdas lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.