Dana kuliah: tujuan investasi yang tanggal jatuh temponya sudah tercetak di akta kelahiran
Tahun ajaran baru mengingatkan bahwa biaya pendidikan naik lebih cepat dari rasa siap orang tua. Jarak waktu adalah satu-satunya keunggulan yang dimiliki, dan ia menyusut setiap tahun.

Pekan ini, jutaan anak memulai tahun ajaran baru dengan seragam yang masih kaku dan buku yang belum ditulisi. Bagi orang tua, pekan yang sama membawa hitungan: kalau uang masuk sekolah dasar saja sebesar ini, berapa biaya kuliah belasan tahun lagi? Pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan angka pasti, dan justru di situlah letak kesalahan umum: karena angkanya tidak pasti, persiapannya ditunda.
Tujuan dengan tanggal yang tidak bisa digeser
Dana kuliah berbeda dari kebanyakan tujuan keuangan karena tanggalnya tidak bisa dinegosiasikan. Anak yang lahir tahun ini akan lulus sekolah menengah pada tahun yang bisa dihitung sekarang. Liburan bisa ditunda, mobil bisa diganti yang bekas, tetapi anak tidak bisa diminta menunggu dua tahun sampai orang tuanya siap. Kepastian tanggal ini seharusnya membuat perencanaannya lebih mudah, bukan lebih menakutkan, karena jarak waktunya diketahui sejak hari pertama.
Jarak waktu itulah modal utama. Dengan belasan tahun di depan, uang yang disisihkan punya kesempatan untuk tumbuh, dan naik turunnya pasar dalam satu atau dua tahun tidak terlalu berarti. Orang tua yang mulai ketika anak masih bayi bisa menyisihkan jauh lebih sedikit per bulan daripada orang tua yang baru mulai ketika anak duduk di sekolah menengah, untuk hasil yang sama. Bukan karena yang pertama lebih kaya, melainkan karena ia memberi waktu kesempatan bekerja.
Wadah yang berubah seiring anak bertambah besar
Karena jaraknya berubah setiap tahun, tempat menyimpan dana kuliah juga sebaiknya berubah. Ketika anak masih kecil dan kuliah masih belasan tahun lagi, wadah yang nilainya berfluktuasi tetapi berpeluang tumbuh dalam jangka panjang masuk akal, karena ada waktu untuk pulih dari penurunan. Semakin dekat tanggalnya, porsi yang dipindahkan ke wadah yang lebih stabil semakin besar, hingga di tahun-tahun terakhir sebelum kuliah, dana itu sebaiknya sudah berada di tempat yang nilainya tidak bergantung pada kondisi pasar pada bulan pendaftaran. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dana kuliah yang nilainya turun tepat di tahun anak diterima.
Prinsip lain yang kerap terlupa: dana kuliah bukan dana darurat, dan bukan pula cadangan untuk renovasi rumah. Begitu diberi nama, ia sebaiknya disentuh hanya untuk tujuannya. Rekening atau produk yang terpisah dari tabungan harian membantu menjaga batas ini, bukan karena hasilnya berbeda, melainkan karena godaan untuk meminjam dari masa depan anak menjadi lebih terlihat.
Terakhir, perkiraan biaya tidak perlu sempurna. Ambil biaya kuliah hari ini di jenis kampus yang dibayangkan, anggap ia akan terus naik, dan tinjau ulang setiap beberapa tahun. Rencana yang dikoreksi lima kali selama lima belas tahun jauh lebih baik daripada rencana sempurna yang baru dimulai ketika tersisa tiga tahun.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.