Edisi 12 Oktober 2026Uang yang bekerja untuk hidupmu.
← Dompet CerdasUtang

Kredit motor pertama: cicilan yang terasa ringan sampai biaya lainnya ikut datang

Motor adalah utang pertama bagi banyak orang muda. Yang dihitung biasanya cicilannya, padahal motor menagih setiap minggu, bukan hanya setiap bulan.

Kredit motor pertama: cicilan yang terasa ringan sampai biaya lainnya ikut datang
Foto: A / Wikimedia Commons (Public domain)

Bagi banyak orang, motor adalah pinjaman resmi pertama dalam hidup. Prosesnya cepat, syaratnya ringan, dan brosurnya menonjolkan satu angka: cicilan per bulan. Angka itu dirancang agar terdengar sanggup dibayar, dan biasanya memang sanggup. Masalahnya bukan pada cicilan, melainkan pada semua yang tidak tercetak di brosur.

Yang ada di brosur dan yang tidak

Baca juga: Melunasi lebih cepat: pelunasan dipercepat, penalti, dan hitungan yang sering dibalik

Cicilan adalah biaya yang paling mudah dilihat, dan karena itu paling sering dijadikan satu-satunya pertimbangan. Di luar itu, motor meminta bahan bakar setiap minggu, servis berkala, ganti ban dan oli, pajak tahunan, serta asuransi kalau diambil. Ada juga biaya yang baru terasa setelah beberapa bulan: parkir harian, helm yang hilang, dan perbaikan kecil yang selalu datang di tanggal tua. Jika semua itu dijumlahkan, biaya memiliki motor per bulan hampir selalu lebih besar dari cicilannya sendiri, dan selisih inilah yang membuat anggaran yang semula tampak muat menjadi sesak.

Latihan sederhana sebelum menandatangani apa pun: tulis cicilan, lalu di bawahnya tulis perkiraan jujur untuk bahan bakar, perawatan, dan pajak yang dibagi dua belas. Jumlah di bawah garis itulah biaya motor yang sebenarnya. Angka itu yang harus dibandingkan dengan sisa penghasilan setelah kebutuhan pokok, bukan angka di brosur.

Uang muka dan tenor adalah dua tuas

Dua hal yang paling menentukan beratnya kredit motor adalah uang muka dan lama cicilan. Uang muka yang kecil membuat motor bisa dibawa pulang lebih cepat, tetapi berarti sisa yang diangsur, beserta bunganya, lebih besar. Tenor yang panjang membuat cicilan bulanan mengecil, tetapi memperbanyak bulan yang harus dilalui, dan total yang dibayar sampai lunas menjadi lebih besar dari yang terbayang. Menabung uang muka beberapa bulan lebih lama sering kali adalah keputusan yang paling menghemat sepanjang umur kredit itu.

Perlu diingat pula bahwa motor kehilangan nilainya begitu keluar dari dealer. Dengan uang muka kecil dan tenor panjang, ada masa ketika sisa utang lebih besar daripada harga jual motornya. Jika di masa itu motor harus dijual karena keadaan berubah, hasil penjualannya tidak cukup untuk melunasi pinjaman.

Ketika motor adalah alat kerja

Semua ini bukan berarti kredit motor selalu keliru. Bagi pengantar barang, pekerja yang tempat kerjanya tidak terjangkau angkutan umum, atau penjual yang berkeliling, motor adalah alat yang menghasilkan uang, dan kreditnya bisa dibenarkan jika penghasilan tambahan yang dibawanya lebih besar dari biaya total memilikinya. Pertanyaannya sederhana dan sebaiknya dijawab dengan jujur sebelum ke dealer: apakah motor ini akan menambah penghasilan, atau hanya menambah pengeluaran? Jawaban yang kedua tidak otomatis salah, tetapi ia menuntut anggaran yang sudah menyediakan ruangnya, bukan anggaran yang dipaksa muat setelah kunci diterima.

LP
Laksmi PradanaLaksmi menulis tentang reksa dana dan investasi bagi pemula sejak 2024. Ia tidak akan membahas sebuah produk sebelum membaca prospektusnya sampai halaman terakhir, sebuah kebiasaan yang sering membuat artikelnya terbit lebih lambat dari jadwal.
Dapatkan tulisan baru Dompet Cerdas lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.