Seminggu setelah Lebaran, dompet terasa lebih tipis dari yang diperkirakan
Catatan kecil sesudah musim mudik.
Lebaran baru saja lewat. Rumah sudah sepi lagi, kue kaleng tinggal remah, dan ketika membuka aplikasi bank, angkanya lebih kecil dari yang kita bayangkan sebelum mudik. Perasaan ini rasanya hampir universal, dan bukan berarti kita boros. Hanya saja, pengeluaran Lebaran jarang dihitung sebagai satu paket.
Coba ingat-ingat: tiket pulang, oleh-oleh, angpau untuk keponakan, baju baru, zakat, makan bersama yang 'sekali-sekali saja'. Masing-masing terasa wajar dan kecil. Masalahnya, semuanya terjadi dalam rentang dua minggu yang sama, sementara THR biasanya sudah dibelanjakan dalam pikiran jauh sebelum ia benar-benar masuk rekening.
Yang ingin kami sarankan hari ini sederhana saja, dan sebaiknya dilakukan selagi ingatan masih segar. Tulis daftar semua pengeluaran Lebaran tahun ini, sejujur mungkin, termasuk yang memalukan. Jangan dihitung untuk disesali, tapi untuk dijadikan patokan. Angka itu adalah perkiraan paling jujur untuk Lebaran tahun depan.
Dengan patokan tersebut, menyisihkan sedikit setiap bulan sejak sekarang terasa lebih masuk akal daripada berharap THR tahun depan cukup. THR memang pernah cukup, tapi jarang cukup untuk semuanya.
Sisa bulan Mei ini mungkin akan sedikit lebih ketat. Tidak apa-apa. Yang penting kita tidak menambal lubang bekas Lebaran dengan cicilan baru. Itu cara paling cepat membuat Lebaran tahun ini terasa sampai Lebaran berikutnya.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.