Edisi 12 Oktober 2026Uang yang bekerja untuk hidupmu.
← Dompet CerdasMenabung

Uang sekolah datang setiap tahun, mengapa masih terasa seperti kejutan

Biaya pendidikan punya pola yang jelas: ada yang bulanan, ada yang tahunan, ada yang sekali seumur hidup. Memetakan ketiganya adalah langkah pertama.

Uang sekolah datang setiap tahun, mengapa masih terasa seperti kejutan
Foto: l / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Setiap pertengahan tahun, percakapan di banyak rumah tangga berubah menjadi soal uang pangkal, seragam, buku, dan daftar ulang. Bagi orang tua yang anaknya naik jenjang, jumlahnya bisa setara beberapa bulan pengeluaran rumah tangga. Yang membuatnya terasa berat bukan hanya besarnya, melainkan karena pos-pos ini jatuh bersamaan dalam rentang waktu yang pendek.

Biaya pendidikan sebenarnya terdiri dari tiga lapisan yang berbeda ritmenya. Ada biaya bulanan seperti SPP, transportasi, dan uang saku. Ada biaya tahunan seperti daftar ulang, buku, seragam, dan kegiatan sekolah. Lalu ada biaya besar yang muncul hanya saat pindah jenjang, seperti uang pangkal atau biaya masuk. Mencampur ketiganya dalam satu anggaran membuat yang tahunan dan yang sekali-sekali selalu terasa mendadak.

Baca juga: Mengatur uang dengan gaji tidak tetap: anggaran untuk pekerja kontrak dan penghuni kos

Memetakan garis waktu

Cara yang banyak disarankan adalah membuat peta sederhana: berapa tahun lagi setiap anak akan berpindah jenjang, dan perkiraan biaya masuk di jenjang tersebut berdasarkan kisaran sekolah yang realistis bagi keluarga. Peta ini tidak perlu akurat sampai rupiah terakhir. Fungsinya adalah menunjukkan kapan pengeluaran besar akan tiba, agar persiapannya bisa dimulai jauh sebelumnya.

Dengan peta itu, biaya tahunan dapat diubah menjadi tabungan bulanan. Jika daftar ulang dan perlengkapan setiap tahun membutuhkan jumlah tertentu, membaginya dengan dua belas menghasilkan angka yang jauh lebih mudah dikelola daripada menanggung semuanya pada bulan Juli.

Biaya masuk jenjang berikutnya

Untuk biaya besar yang masih beberapa tahun lagi, pertanyaannya berbeda: bukan hanya berapa yang harus disisihkan, melainkan di mana menyimpannya. Uang yang akan dipakai dalam satu atau dua tahun sebaiknya berada di tempat yang aman dan mudah dicairkan. Uang yang baru dibutuhkan jauh di kemudian hari membuka ruang untuk mempertimbangkan instrumen lain, dengan pemahaman bahwa nilainya bisa berubah.

Satu hal yang sering terlewat adalah kenaikan biaya pendidikan dari tahun ke tahun. Biaya masuk sekolah yang sama hari ini hampir pasti berbeda ketika anak benar-benar masuk beberapa tahun kemudian. Menyisakan ruang untuk kenaikan ini dalam perhitungan membantu menghindari kekurangan di saat terakhir.

Percakapan yang perlu dilakukan

Biaya pendidikan juga menyangkut pilihan. Sekolah dengan biaya lebih tinggi tidak selalu menghasilkan hasil belajar yang lebih baik, dan sekolah dengan biaya lebih rendah tidak selalu berarti kompromi. Menentukan kisaran yang sesuai kemampuan keluarga sejak awal mencegah keputusan dibuat di bawah tekanan tenggat pendaftaran.

Pada akhirnya, biaya sekolah tidak pernah benar-benar mendadak. Yang mendadak adalah kesadaran bahwa ia sudah tiba. Keluarga yang memetakan garis waktunya cenderung menghadapi tahun ajaran baru sebagai agenda rutin, bukan sebagai peristiwa yang mengguncang keuangan rumah tangga.

LP
Laksmi PradanaLaksmi menulis tentang reksa dana dan investasi bagi pemula sejak 2024. Ia tidak akan membahas sebuah produk sebelum membaca prospektusnya sampai halaman terakhir, sebuah kebiasaan yang sering membuat artikelnya terbit lebih lambat dari jadwal.
Dapatkan tulisan baru Dompet Cerdas lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.