Pesangon dan pajak: mengapa uang perpisahan tidak diterima utuh
Di tengah kabar buruk kehilangan pekerjaan, selisih antara pesangon yang dijanjikan dan yang masuk rekening sering menambah kebingungan. Selisih itu punya penjelasan.
Pesangon diterima di saat yang paling tidak tepat untuk memikirkan pajak. Namun justru karena itu, memahami apa yang terjadi pada uang tersebut sebelum masuk rekening membantu merencanakan bulan-bulan berikutnya dengan angka yang benar, bukan angka yang tertulis di surat pemutusan hubungan kerja.
Dipotong di sumbernya
Baca juga: Rumah pertama dan pajak: biaya di meja notaris yang tidak masuk hitungan uang muka
Pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan pembayaran sejenis yang diterima karena berakhirnya hubungan kerja adalah penghasilan di mata pajak, dan pemberi kerja memotong pajaknya sebelum membayarkan. Perlakuannya berbeda dari gaji bulanan: ada ketentuan tersendiri untuk pembayaran yang diterima sekaligus, dengan lapisan yang bergantung pada besarnya jumlah, dan bagian dari pesangon sampai batas tertentu tidak dikenai pajak sama sekali. Pemotongan ini umumnya bersifat final untuk pembayaran yang diterima sekaligus, artinya tidak dihitung ulang bersama penghasilan lain di laporan tahunan, meski tetap dilaporkan.
Karena itu, angka yang diterima lebih kecil dari yang disebut dalam kesepakatan. Ini bukan kesalahan perusahaan, dan bukan sesuatu yang bisa diminta untuk tidak dipotong. Yang bisa dan sebaiknya diminta adalah bukti potongnya: dokumen yang menunjukkan berapa yang dibayarkan dan berapa yang dipotong. Dokumen ini diperlukan untuk laporan tahunan dan menjadi satu-satunya bukti jika suatu saat ada pertanyaan.
Satu hal yang membuat perbedaan: jika pesangon dibayarkan bertahap melewati rentang waktu tertentu, perlakuannya bisa berubah dan bagian yang dibayar belakangan dikenai pemotongan seperti penghasilan biasa. Pekerja yang dijanjikan pembayaran bertahap sebaiknya menanyakan hal ini kepada bagian personalia sejak awal, agar tidak menganggap seluruh pesangon dipotong dengan cara yang sama.
Yang perlu dilakukan setelah menerima
Simpan bukti potong bersama surat pemutusan hubungan kerja dan rincian pembayarannya. Di awal tahun berikutnya, pemberi kerja lama tetap berkewajiban memberikan bukti potong untuk gaji sepanjang tahun terakhir bekerja, dan pekerja yang sudah tidak di perusahaan itu kadang lupa memintanya. Keduanya diperlukan untuk laporan tahunan, yang tetap wajib disampaikan meski tahun itu diakhiri tanpa pekerjaan.
Jika di tahun yang sama pekerja mendapat pekerjaan baru, penghasilan dari dua pemberi kerja akan digabung dalam laporan, dan tidak jarang hasilnya menunjukkan kurang bayar karena masing-masing pemberi kerja menghitung potongan seolah-olah ia satu-satunya. Mengetahui ini sejak awal mencegah kejutan di musim pelaporan, di saat keuangan rumah tangga baru mulai pulih.
Pesangon adalah jembatan, bukan hadiah, dan jembatan itu sedikit lebih pendek dari yang tertulis di surat. Merencanakan dengan angka yang sudah dipotong adalah cara paling jujur untuk menyeberanginya.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.