Edisi 12 Oktober 2026Uang yang bekerja untuk hidupmu.
← Dompet CerdasPajak

Harga mobil di brosur dan harga yang dibayar: pajak di balik selisihnya

Sebelum sebuah mobil baru bisa dipakai di jalan, ada beberapa pungutan yang menempel pada harganya, sebagian dibayar sekali, sebagian ditagih setiap tahun selama mobil itu dimiliki.

Siapa pun yang pernah membeli mobil tahu ada dua harga: harga yang disebut di iklan dan harga yang tertulis di kuitansi ketika mobil siap dipakai di jalan. Selisihnya bukan keuntungan tambahan penjual. Sebagian besar adalah pajak dan biaya resmi yang menempel pada kepemilikan kendaraan, dan memahaminya membuat anggaran pembelian lebih jujur sejak awal.

Pungutan yang dibayar sekali

Baca juga: Menanggung orang tua: kapan mereka terhitung sebagai tanggungan dalam laporan pajak

Pada saat pembelian mobil baru, harganya telah memuat pajak pertambahan nilai seperti barang lain, dan untuk kendaraan tertentu ditambah pajak atas barang mewah yang besarnya berbeda menurut jenis dan spesifikasinya. Kedua pajak ini dipungut pusat dan sudah terserap dalam harga, sehingga pembeli jarang melihatnya sebagai baris terpisah. Selain itu ada bea balik nama kendaraan, yang dipungut daerah ketika kendaraan pertama kali didaftarkan atas nama pemilik, serta biaya penerbitan dokumen dan plat. Inilah yang membuat harga di jalan berbeda dari harga pabrik, dan inilah yang sering tidak masuk hitungan uang muka.

Untuk mobil bekas, pajak pertambahan nilai tidak dikenakan lagi pada penjualan antarperorangan, tetapi bea balik nama tetap ada ketika kepemilikan dipindahkan, dengan ketentuan yang berbeda dari penyerahan pertama. Pembeli mobil bekas yang menunda balik nama untuk menghemat biaya akan menemukan bahwa pajak tahunan kendaraan tetap harus diurus atas nama pemilik lama, dengan segala kerumitannya.

Pungutan yang berulang setiap tahun

Setelah mobil dimiliki, ada pajak kendaraan bermotor yang ditagih setiap tahun oleh daerah, berdasarkan nilai jual kendaraan yang ditetapkan dan bobot yang mencerminkan dampaknya di jalan. Besarnya umumnya turun seiring usia kendaraan, tetapi tidak pernah hilang. Bersamaan dengan itu dibayar sumbangan wajib untuk dana kecelakaan lalu lintas. Kedua pungutan ini adalah biaya tetap memiliki mobil, dan sebaiknya dibagi dua belas lalu dimasukkan ke anggaran bulanan agar tidak terasa sebagai kejutan setiap tahun.

Satu hal yang perlu diketahui pemilik lebih dari satu kendaraan: sebagian daerah menerapkan tarif progresif untuk kendaraan kedua dan seterusnya atas nama yang sama, sehingga mobil kedua membawa pajak tahunan yang lebih tinggi dari yang pertama.

Pajak yang menempel pada keputusan

Semua ini bukan alasan untuk tidak membeli mobil. Ia alasan untuk menghitung dengan lengkap. Biaya memiliki mobil adalah harga di jalan dibagi tahun pemakaian, ditambah pajak tahunan, asuransi, perawatan, dan bahan bakar. Pilihan jenis kendaraan juga mengubah bebannya: kendaraan dengan spesifikasi tertentu membawa pajak barang mewah dan pajak tahunan yang berbeda, dan di beberapa daerah ada perlakuan berbeda untuk jenis penggerak tertentu. Membaca semua ini sebelum menandatangani pesanan jauh lebih murah daripada mengetahuinya di loket pajak tahun depan.

LP
Laksmi PradanaLaksmi menulis tentang reksa dana dan investasi bagi pemula sejak 2024. Ia tidak akan membahas sebuah produk sebelum membaca prospektusnya sampai halaman terakhir, sebuah kebiasaan yang sering membuat artikelnya terbit lebih lambat dari jadwal.
Dapatkan tulisan baru Dompet Cerdas lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.